Film Bioskop Terbaru, Mana Yang Kalian Ingin Tonton

Published: 15 August 2023

Film Bioskop Terbaru, Mana Yang Kalian Ingin Tonton

 

Sejarah bioskop di Indonesia telah mencerminkan perkembangan sosial, budaya, dan ekonomi negara ini sejak awal pendiriannya hingga saat ini. Perjalanan panjang ini memperlihatkan transformasi signifikan dalam cara masyarakat Indonesia mengakses hiburan dan bagaimana industri film beradaptasi dengan perubahan tersebut.

 

Pada era kolonial, bioskop pertama di Indonesia, ‘De Bioscoop’ dibangun pada tahun 1900. Saat itu, bioskop digunakan sebagai sarana hiburan dan alat propaganda pemerintah kolonial Belanda. Namun, dengan berakhirnya penjajahan, bioskop menjadi lebih merdeka dan menjadi tempat hiburan yang semakin populer.

 

Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 membawa perubahan signifikan dalam industri film. Pada era kemerdekaan, industri film Indonesia mulai berkembang dan munculnya berbagai film terkenal, termasuk ‘Layar Kemilau’ dan ‘Darah dan Doa.’

 

Di era 1980-an, industri film Indonesia menghadapi banyak tantangan, termasuk penurunan kualitas film dan masalah keuangan. Namun, pada 1990-an, industri film kembali pulih dengan munculnya sutradara dan produser berbakat. Film-film seperti ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ dan ‘Kuldesak’ menciptakan kebangkitan dalam industri film.

 

Era modern membawa perubahan besar dalam industri hiburan di Indonesia. Bioskop modern dengan teknologi canggih dibangun di seluruh negeri, memberikan pengalaman menonton yang lebih baik bagi penonton. Industri film Indonesia juga mendapatkan pengakuan internasional dengan film-film seperti ‘The Raid’ dan ‘The Act of Killing.’

 

Produksi film Indonesia terus meningkat, dengan berbagai genre seperti drama, komedi, horor, dan action. Banyak film lokal yang berhasil menarik perhatian penonton lokal dan internasional.

 

Pengaruh teknologi juga terasa kuat dalam perkembangan industri hiburan di Indonesia. Internet dan platform streaming seperti Netflix telah mengubah cara penonton mengakses konten hiburan, termasuk film. Ini telah membantu promosi dan distribusi film lokal secara lebih luas dan efisien.

 

Pengaruh teknologi telah membawa perubahan besar dalam perkembangan industri hiburan di Indonesia. Internet dan platform streaming seperti Netflix, YouTube, dan platform lokal seperti GoPlay, Vidio, dan Iflix telah mengubah cara penonton mengakses dan menikmati konten hiburan, termasuk film. Ini memiliki dampak signifikan pada industri film Indonesia, baik dalam hal produksi, promosi, dan distribusi.

 

  1. Akses Mudah

Salah satu perubahan paling mencolok adalah bagaimana penonton sekarang memiliki akses yang lebih mudah ke beragam film, termasuk film Indonesia. Platform streaming memungkinkan penonton untuk menonton film favorit mereka di mana saja, kapan saja, hanya dengan koneksi internet. Hal ini memungkinkan film lokal untuk mencapai khalayak yang lebih luas daripada melalui layar bioskop atau televisi tradisional.

  1. Promosi Efisien

Platform online seperti media sosial telah menjadi alat efektif untuk mempromosikan film. Para pembuat film dan studio dapat menggunakan platform ini untuk membangun buzz sebelum peluncuran film, berbagi cuplikan, poster, dan konten eksklusif, serta berinteraksi langsung dengan penonton. Dengan adanya fitur berbagi, konten dapat dengan cepat menjadi viral dan mencapai audiens yang lebih besar.

  1. Distribusi Global

Platform streaming juga memungkinkan film Indonesia untuk diakses oleh penonton di seluruh dunia. Film-film lokal sekarang dapat ditemukan oleh penonton internasional, memberi mereka pandangan tentang budaya dan cerita Indonesia. Hal ini telah membuka pintu bagi co-produksi internasional dan kerjasama yang lebih erat dalam industri film.

  1. Kemajuan Produksi

Kemajuan dalam teknologi film, termasuk efek khusus dan tata suara, telah memungkinkan produksi film Indonesia mencapai standar internasional. Hal ini telah membuat film Indonesia semakin menarik bagi penonton lokal dan global. Industri film sekarang dapat bersaing dengan produksi luar negeri dalam hal kualitas dan estetika.

  1. Konten Variatif

Platform streaming juga memungkinkan berbagai jenis konten film, dari film indie hingga produksi besar-besaran. Ini berarti ada lebih banyak ruang untuk eksperimen dan berinovasi dalam pembuatan film. Film-film dengan cerita dan gaya yang beragam dapat ditemukan dan dinikmati oleh berbagai jenis penonton.

 

Meskipun perubahan ini memiliki banyak manfaat, mereka juga memunculkan beberapa tantangan. Perubahan dalam cara penonton mengakses konten telah mengubah model bisnis industri film, dan ini mempengaruhi pendapatan, pembagian royalti, dan kebijakan hak cipta. Selain itu, persaingan yang lebih ketat dalam industri film juga menuntut para pembuat film untuk lebih kreatif dan kompetitif dalam menarik perhatian penonton.

 

Dengan pengaruh teknologi yang terus berlanjut, industri film Indonesia terus beradaptasi dan berubah, menciptakan peluang baru dan tantangan yang perlu diatasi untuk menjaga daya saing di pasar hiburan global yang semakin dinamis.

 

Sejak awal sejarahnya hingga saat ini, bioskop di Indonesia terus bertransformasi, mencerminkan evolusi sosial, budaya, dan ekonomi negara ini. Dengan terus berubahnya preferensi penonton dan perkembangan teknologi, Indonesia tetap menjadi pasar yang menarik bagi industri hiburan, baik di tingkat lokal maupun internasional.

 

Sejarah film di Indonesia adalah perjalanan panjang yang mencerminkan perkembangan budaya, sosial, dan politik di negara ini. Berikut adalah ringkasan dari perkembangan sejarah film di Indonesia:

 

  1. Era Film Bisu (1899-1930-an)
    • Film pertama di Indonesia, berjudul ‘Loetoeng Kasaroeng,’ diproduksi pada tahun 1926.
    • Film bisu pertama Indonesia adalah ‘Pandji Tisna’ (1931) dan ‘Terang Boelan’ (1937).
    • Banyak film bisu diproduksi pada periode ini dengan pengaruh budaya Jawa yang kuat.
  2. Era Film Perang Dunia II (1940-an)
    • Sejumlah film diproduksi selama pendudukan Jepang, yang mencakup film propaganda.
    • Beberapa film bergenre lagu populer yang muncul selama masa ini.
  3. Era Film Bersuara (1950-an - 1960-an)
    • Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, dan industri film berkembang.
    • Terdapat peningkatan dalam jumlah produksi film nasional.
    • Salah satu sutradara terkenal adalah Usmar Ismail, yang menghasilkan film-film seperti ‘Darah dan Doa’ (1950).
    • Beberapa bintang film populer seperti Rendra Karno dan Chitra Dewi muncul pada masa ini.
  4. Pembatasan Film (1966-1998)
    • Pada tahun 1966, pemerintah Soeharto membatasi isi dan produksi film.
    • Film menjadi alat propaganda politik yang mendukung pemerintah.
    • Meskipun ada beberapa film berkualitas, banyak yang terbatas secara kreatif dan mencerminkan ideologi pemerintah.
  5. Masa Keemasan Film Indonesia (2000-an – Sekarang)
    • Pada tahun 2000-an, terjadi pembaruan dalam industri film Indonesia.
    • Film-film independen, seperti ‘Ada Apa dengan Cinta’' (2002) dan ‘Laskar Pelangi’ (2008), sukses secara komersial dan kritik.
    • Perkembangan teknologi, seperti digitalisasi, memudahkan produksi dan distribusi film.
    • Indonesia memproduksi beragam film, termasuk drama, horor, dan komedi.
  6. Pengaruh Internasional
  • Indonesia semakin diperhitungkan dalam perfilman internasional dengan film seperti ‘The Raid’ (2011) dan ‘The Act of Killing’ (2012).
  • Industri film lokal juga menerima pengaruh dari perfilman luar negeri dan berkolaborasi dalam beberapa proyek berskala internasional.
  1. Platform Streaming
  • Kemunculan platform streaming seperti Netflix dan GoPlay membuka peluang baru bagi industri film Indonesia, memungkinkan film lokal diakses oleh audiens global.

 

Sejarah film di Indonesia mencerminkan perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh perubahan politik, sosial, dan teknologi. Industri film di Indonesia terus berkembang, menciptakan film yang beragam dan mendapat apresiasi baik di dalam maupun di luar negeri.

 

Sejarah film di Indonesia mencerminkan perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan, perubahan politik, dinamika sosial, dan perkembangan teknologi. Ini adalah cerminan dari perkembangan budaya dan perjalanan panjang negara ini menuju kemerdekaan yang didapat pada tahun 1945. Perkembangan industri film Indonesia mencerminkan dinamika kompleks yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan dalam masyarakatnya.

 

Film telah menjadi bagian penting dari budaya modern kita, dan dapat dilihat dalam berbagai bentuk, mulai dari bioskop hingga televisi, serta melalui layanan streaming online, seiring dengan kemajuan teknologi dan preferensi penonton. Namun, pesona dan daya tarik film sebagai jenis seni tetap ada.

 

Film melakukan banyak hal selain memberikan hiburan. Mereka memiliki kemampuan untuk mengajar, menginspirasi, dan memengaruhi cara kita melihat dunia. Di dalamnya ada cerita-cerita yang dapat membuat kita merasa empati, membuka mata kita pada berbagai sudut pandang, dan membawa kita ke tempat-tempat yang tidak dapat kita bayangkan. Karena film mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan masalah yang dihadapi generasi saat ini, mereka berfungsi sebagai cermin bagi masyarakat kita.

 

Film juga dapat menantang keyakinan kita; mereka dapat memicu perdebatan, diskusi, dan mendorong kita untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Terkadang, film juga dapat memberi kita inspirasi, mendorong kita untuk berubah, atau bahkan menggugah kita untuk memperhatikan masalah sosial yang penting.

 

Film adalah bentuk seni di mana elemen seperti gambar, suara, musik, dan narasi dapat digabungkan untuk membuat karya yang kuat. Ini menciptakan pengalaman audiovisual yang memukau dan mendalam bagi penonton. Dengan teknologi yang terus berkembang, film masa depan mungkin lebih interaktif dan mendalam.

 

Sinema terus menjadi media yang ampuh untuk menyampaikan kisah, menginspirasi, mendidik, dan merayakan kreativitas manusia dalam budaya kita yang selalu berubah. Setiap kali kita menonton, kita menemukan keajaiban dan keindahan yang menjadikan sinema sebagai bagian penting dalam hidup kita. Selain itu, mereka dapat digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya, pengalaman masa lalu, dan tujuan masa depan.

 

Film tidak hanya menghibur tetapi  juga membawa banyak nilai. Mereka memiliki kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang berbagai hal, seperti seni, budaya, sejarah dunia, dan sains. Misalnya, film dokumenter dapat berguna untuk mengumpulkan informasi. Selain itu, film fiksi sering kali bersifat realistis dan memberikan wawasan tentang psikologi manusia, hubungan antarmanusia, dan isu-isu sosial.

 

Di samping itu, film memiliki potensi untuk menggoyahkan keyakinan kita dan membawa sudut pandang yang segar mengenai dunia. Mereka mampu memicu dialog dan refleksi tentang isu-isu sosial atau kontroversial. Dengan kata lain, mereka memiliki kapabilitas untuk mengubah emosi, pemikiran, dan tindakan kita.

 

Film akan tetap relevan dan terus menjadi salah satu bentuk seni dan hiburan yang sangat signifikan dalam era digital dan perkembangan teknologi yang terus berlanjut. Masa depan perfilman mungkin akan menyajikan kepada penonton pengalaman yang lebih dalam dan interaktif dengan inovasi dalam teknologi produksi, distribusi, dan efek visual. Sebagai medium dan ekspresi seni, film akan terus mencerminkan budaya kita dan berperan penting dalam perkembangan budaya global.

 

Film dapat memengaruhi pendapat dan budaya kita. Mereka dapat digunakan untuk mempelajari hal-hal yang kontroversial, seperti rasisme, seksisme, dan kemiskinan, atau hal-hal yang lebih ringan, seperti komedi dan romansa.

 

Selain itu, film dapat digunakan untuk memberikan perspektif baru; mengeksplorasi berbagai periode waktu dan menunjukkan bagaimana orang hidup di masa lalu; dan mengeksplorasi berbagai negara dan menunjukkan bagaimana masyarakat hidup di seluruh dunia.

 

Selain itu, film dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar tentang berbagai genre film, seperti horor, fiksi ilmiah, dan fantasi, serta berbagai teknik pembuatan film, seperti animasi dan dokumenter.

 

Terakhir, film dapat berfungsi sebagai pelajaran hidup tentang banyak hal, seperti persahabatan, cinta, dan keluarga, serta berbagai emosi, seperti kegembiraan, kesedihan, dan ketakutan.

 

Film telah memainkan peran penting dalam budaya kita sejak muncul pada akhir abad ke-19. Sejak awal, film telah menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan ide, emosi, pandangan dunia, dan cerita kepada penonton. Industri film telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir, menghasilkan banyak karya seni yang menarik dan menghibur. Oleh karena itu, film sangat berpengaruh pada budaya populer kita, dan pengaruhnya dapat bertahan selama bertahun-tahun.

 

Film bukan hanya hiburan; mereka dapat digunakan sebagai alat untuk menggambarkan budaya, politik, sejarah, masyarakat, dan bahkan kondisi manusia yang luas. Film memiliki kekuatan istimewa untuk memengaruhi opini publik, memicu perubahan sosial, dan bahkan memengaruhi mode dan tren. Mereka juga mampu masuk ke dalam rutinitas sehari-hari kita. Adegan, karakter, dan kutipan dari film seringkali menjadi bagian penting dari diskusi kita, menunjukkan seberapa besar pengaruh film pada budaya kita.

 

Film juga berfungsi sebagai jendela ke budaya-budaya lain di seluruh dunia di dunia yang semakin terhubung. Mereka memberi kita kesempatan untuk memahami perspektif dan pengalaman orang di tempat yang mungkin belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Film adalah alat yang sangat efektif untuk mendorong kerja sama global dan pemahaman budaya.

 

Film, sebagai jenis seni, terus menghasilkan ide baru dan kreativitas. Film mengeksplorasi batas-batas kreativitas manusia dari teknik sinematografi hingga efek visual yang canggih. Selain itu, mereka memberikan panggung bagi pembuat film untuk menciptakan berbagai cerita, menumbuhkan empati, dan mendorong pemikiran kritis.

 

Film adalah salah satu karya seni dan hiburan yang paling berpengaruh di dunia saat ini, dan mereka akan terus membentuk perspektif dan pemahaman kita tentang dunia di masa depan. Dalam era digital dan teknologi yang terus berkembang, film mungkin menawarkan pengalaman yang lebih mendalam dan interaktif. Dengan demikian, film akan tetap menjadi salah satu bentuk seni dan hiburan yang paling berpengaruh di dunia saat ini.

 

Berikut adalah beberapa film terbaru yang harus Anda tonton.

1. Petualangan Sherina 2  (4 Oktober 2023)

Sherina (Sherina Munaf) yang sudah dewasa sekarang bekerja sebagai reporter untuk NEX TV, dan ia dianggap sebagai reporter terbaik di media. Ia sudah merencanakan untuk pergi ke World Economic Forum di Swiss bersama kameramennya, Aryo (Ardit Erwandha).

 

Tetapi rencananya tidak terwujud. Sebaliknya, bos Sherina meminta dia meliput konservasi orang utan di Kalimantan daripada ke Swiss. Sulit bagi Sherina untuk menolak permintaan bosnya itu. Akhirnya, dia dan Aryo terbang ke Kalimantan.

 

Sherina tidak menyangka bertemu dengan Sadam, sahabat lamanya, yang diperankan oleh Derby Romero, ketika dia tiba di sana. Bertahun-tahun telah berlalu sejak kedua sahabat itu bertemu dan berbicara satu sama lain.

 

Ternyata sekarang Sadam memimpin kelompok konservasi orang utan di Kalimantan, dan dia menyambut Sherina yang ingin meliput pelepasliaran orang utan di daerah itu.

 

Ketika anak orang utan bernama Sayu dicuri oleh kelompok kriminal yang dipimpin oleh Dedi (Randy Danistha), upaya melepaskan kembali orang utan ke alam liar menjadi terhambat.

 

Dedi melakukan tugas itu atas suruhan Syailendra (Chandra Satria) dan Ratih (Isyana Sarasvati), yang dijaga oleh bodyguard-nya, Pingkan (Kelly Tandiono).

 

Syailendra dan Ratih ingin mengumpulkan hewan liar yang hanya menjadi pajangan di rumah dan bahan pamer kepada teman-temannya.

 

Kemudian, Sherina memaksa Sadam untuk mengejar Dedi dan pengikutnya, menyelamatkan Sayu, memungkinkannya kembali ke pelukan ibunya.

 

Di tengah petualangan mereka, Sherina dan Sadam mengingat kembali persahabatan mereka dari anak-anak hingga remaja. Mereka juga berusaha untuk mengetahui mengapa mereka berdua telah terpisah selama bertahun-tahun.

 

Petualangan Sherina 2 adalah kisah pertemuan Sherina dan Derby Romero, yang berperan sebagai Sherina dan Sadam. Selain itu, film ini diproduseri lagi oleh Mira Lesmana, dan Riri Riza berperan sebagai sutradara.

 

Jujur Prananto, Mira Lesmana, Riri Riza, dan kakak Virania Munaf Sherina disini sebagai penulis naskah, Sherina sendiri sebagai penata musik menggantikan alm. Elfa Secioria yang memimpin musik di film pertama

 

Film ini juga menampilkan Isyana Sarasvati, Chandra Satria, Ardit Erwandha, Kelly Tandiono, Randy Danistha, dan Quinn Salman, selain Sherina dan Derby.

 

28 September 2023 adalah tanggal di mana film Petualangan Sherina 2 dirilis di bioskop Indonesia.

 

2. Wonka

Willy Wonka adalah raja cokelat ajaib yang memiliki karakter yang sangat terkenal. Prekuel dari film bioskop terbaru Wonka adalah Willy Wonka and the Chocolate Factory, yang pertama kali dirilis pada tahun 1971.

 

Buku Roald Dahl Charlie and the Chocolate Factory diadaptasi menjadi film Wonka tahun 2005. Film bioskop Willy Wonka menggabungkan genre musikal dan fantasi dengan cerita yang luar biasa. Film tersebut diproduksi oleh studio Warner Bros. Pictures dan dijadwalkan tayang pada tanggal 15 Desember 2023. Alur ceritanya diambil dari film sebelumnya. Dalam sinopsis film Wonka, kita mengetahui bahwa Willy Wonka yang lebih tua adalah pemilik pabrik cokelat raksasa yang menghasilkan uang dengan baik.

 

Sebelum itu, Willy Wonka adalah seorang anak laki-laki normal. Setelah bertemu dengan Oompa-Loompa, makhluk kurcaci yang ajaib, hidup Willy Wonka segera berubah.

 

3. Saw X (11 Oktober 2023)

John Kramer, diperankan oleh Tobin Bell, putus asa ketika dia mengetahui bahwa dia menderita kanker otak stadium akhir dan hanya memiliki beberapa bulan lagi untuk hidup. Dia sedih karena masih banyak hal yang ingin dia lakukan dalam hidupnya sebagai akibat dari kondisi ini.

 

Michael Beach berperan sebagai teman sejawat John, Henry Kessler, yang juga menderita kanker stadium akhir suatu hari. Dia terkejut melihat Henry tampak lebih sehat dan segar daripada dia sendiri. Henry memberi tahu John bahwa dia mendapatkan pengobatan kanker eksperimental dari Dr. Pederson.

 

Karena dia sangat tertarik dengan pengobatan ini, John segera menghubungi putri Dr. Pederson, Cecilia Pederson, yang dimainkan oleh Synnøve Macody Lund.

 

John putus asa dan menerima tawaran pengobatan yang mengarahkannya ke klinik khusus Cecilia di Meksiko. Dia tahu metode pengobatan itu berbeda dari rumah sakit biasa, tetapi dia tetap melakukannya.

 

Diego, yang dimainkan oleh Joshua Okamoto, adalah sopir taksi yang menjemput John ke Meksiko dan membawanya ke klinik. Di sana, ia bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa perawatan Cecilia membuatnya sembuh sepenuhnya. Keyakinannya meningkat sebagai hasilnya.

 

Akhirnya John bertemu dengan Cecilia dan tim medisnya—Mateo (Octavio Hinojosa), Valentina (Paulette Hernández), dan Dr. Cortez.

 

Di klinik tersebut, John juga bertemu dengan Parker Sears, seorang pasien baru yang diperankan oleh Steven Brand.

 

Setelah Cecilia melakukan operasi yang dia janjikan, John bangun dari tidurnya dan mendengar berita gembira bahwa dia telah sembuh dari kanker.

 

John sangat berterima kasih dan memutuskan untuk memberikan hadiah kepada Gabriela, yang telah membantunya dan mendukungnya. Tetapi ketika dia kembali ke klinik, dia menemukannya tidak ada lagi dan tidak digunakan.

 

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, John menemukan bahwa dia adalah korban penipuan di klinik yang mengaku sebagai pengobatan kanker.

 

John menjadi marah dan mulai bermain game Jigsaw yang kejam dan mematikan, percaya bahwa penipuan harus dihukum. John tidak melakukan misi balas dendam ini sendiri, tetapi bersama sejumlah orang lain.

 

4. Expend4bles (20 September 2023)

 

Dalam Expendables, cerita film berfokus pada perjalanan seorang tentara bayaran terkemuka. Barney Ross, yang diperankan oleh Sylvester Stallone, masih bertanggung jawab atas geng tersebut, setelah bertahun-tahun bekerja dengan berbagai bintang tamu.

 

Namun, Barney tampaknya memiliki niat untuk meninggalkan posisi ketua geng Expendables. Ia bahkan telah mempersiapkan Lee Christmas, yang diperankan oleh Jason Statham, sebagai pemimpin geng tentara bayaran.

Segera setelah Barney dan anggota Expendables menyelesaikan misi baru, Lee dipilih sebagai tangan kanan dan anggota yang setia.

 

Misi terbaru ini terjadi setelah Barney menerima informasi rahasia mengenai keberadaan kelompok teroris yang dapat mengancam perdamaian dunia. Sebuah kelompok teroris telah menguasai hulu ledak nuklir di  kapal kargo yang bergerak di lepas pantai. Aksi teroris tersebut dilakukan oleh Suarto Rahmat (Iko Uwais) yang merekrut beberapa anggota teroris yang memiliki kemampuan bertarung yang sangat baik. Seiring dengan menghentikan serangan Suarto dan anggota teroris lainnya, Barney ditugaskan untuk mengambil alih kapal kargo itu. Hulu ledak tersebut diharapkan akan menimbulkan kekacauan dan memicu konflik antara Amerika Serikat dan Rusia jika misi itu gagal.

 

Kemudian, karakter Expendables, termasuk Lee Christmas, Gunner (Dolph Lundgren), dan Toll Road (Randy Couture), digabungkan. Easy Day (50 Cent) adalah anggota baru.

Agen CIA Gina, yang juga kekasih Lee, dan agen lain Marsh, yang diperankan oleh Andy Garcia, menunjukkan keterlibatan CIA dalam misi tersebut.

Expend4bles, sekuel terbaru dari seri Expendables, memiliki banyak artis terkenal seperti Megan Fox, 50 Cent, Tony Jaa, Andy Garcia, dan Iko Uwais.

 

Film ini akan memiliki aktor baru selain aktor dari tiga film The Expendables sebelumnya. Statham akan berperan sebagai Lee, Stallone akan berperan sebagai Barney Ross, dan Dolph Lundgren akan berperan sebagai Gunner, dan Randy Couture akan berperan sebagai Toll.

 

Film ini disutradarai oleh Scott Waugh yang sebelumnya menyutradarai film Act of Valor (2012) dan Need for Speed (2014). Naskah Expendables 4 ditulis oleh Spencer Cohen bersama Max Adams dan John Joseph Connolly.

Seri  ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 melalui film berjudul The Expendables. Kisah geng elit tentara bayaran  berlanjut dengan The Expendables 2 (2012) dan The Expendables 3 (2014).

 

5. Kisah Tanah Jawa Pocong Gundul (21 September 2023)

 

21 September 2023 adalah tanggal rilis film ‘Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul’. MD Picture memproduksi film ini, yang disutradarai oleh Awi Suryadi. Film ini berdurasi 1 jam 47 menit dan memiliki rating R13+ dan dibintangi Deva Mahenra, Della Dartyan, Iwa K, Moh Abe, Joanna Dyah, Nayla D Purnama, Pritt Timothy, Diajeng Shinta, Anissa Hertami, Brilliana Arfira, Budi Ros, dan Kukuh Riya.

 

Fokus cerita film adalah Deva Mahendra, yang berperan sebagai Hari 'Hao' Kurniawan. Hao terinspirasi dari kakeknya, yang memiliki benda perantara, dan telah menyadari kemampuan retrokognisinya sejak kecil. Dia juga dapat melakukan perjalanan ke masa lalu. Tapi sayangnya, kakeknya meninggal pada tahun 1996 saat menggunakan retrokognisi.

 

Hao sering menggunakan kemampuan retrokognisinya untuk melihat berbagai peristiwa masa lalu yang menarik baginya. Selain itu, ia sering membantu temannya, Rida (diperankan oleh Della Dartyan), dalam mengajari orang lain tentang teori retrokognisi.

 

Sujatmiko dan pasangannya mendekati Hao pada suatu hari di tahun 2013. Mereka mengatakan kepadanya bahwa putri mereka, Sari, yang diperankan oleh Nayla D Purnama, secara tiba-tiba menghilang dari kelas malamnya dua hari sebelumnya. Meskipun suaminya awalnya skeptis, ibunya (diperankan Joanna Dyah) percaya bahwa Hao, dengan kemampuan retrokognisinya, bisa membantu mereka menemukan Sari.

 

Pada awalnya, Hao ragu untuk membantu karena dia belum pernah mencoba mencari orang yang hilang sebelumnya. Namun, setelah melihat ketekunan ibu Sujatmiko, dia akhirnya setuju untuk membantu.

 

Dengan bantuan pasangan Sujatmiko dan Rida, serta bantuan wali kelas Sari, Hao memulai pencarian Sari. Selama pencarian ini, Hao mengalami ketakutan yang belum pernah dia alami sebelumnya. Mereka akhirnya menemukan Sari, tetapi sebelum itu, mereka harus berhadapan dengan makhluk gaib yang mengerikan dengan wajah pocong yang mengerikan.